CALIFORNIA – Beberapa Original Equipment Manufacturer (OEM) atau produsen ponsel kerap kali menginstal aplikasi dan layanan buatan Google pada ponsel besutan mereka. Beberapa aplikasi tersebut memang sebagian memiliki fungsi , namun banyak sebagian dari aplikasi buatan Google tersebut yang tak digunakan dan pada akhirnya hanya menjadi bloatware.
Mengutip Ubergizmo, Jumat (21/8/2015), jika pengguna membeli sebuah smartphone berbasis Android terbaru, biasanya mereka akan mendapat beberapa aplikasi bawaan Google terinstal, seperti Google+, Google Play Books, atau Google Newsstand.
Sebagian dari aplikasi itu biasanya jarang digunakan oleh sang pemilik smartphone, dan pada akhirnya menjadi bloatware atau menjadi softaware yang membuat lelet di perangkat. Namun di masa depan, Google berencana untuk mengurangi kehadiran aplikasi bawaan mereka di smartphone Android.
Untuk mengurangi aplikasi bawaan yang pada akhirnya hanya membebani storage di smartphone, Google nantinya akan mewajibkan OEM yang merasa membutuhkan aplikasi mereka untuk melakukan pendaftaran pra-instal. Para OEM nantinya akan diminta untuk memenuhi persyaratan tertentu agar aplikasi buatan Google dapat dimasukkan ke dalam smartphone.
Dengan adanya peraturan baru tersebut maka secara otomatis para OEM akan memiliki pilihan untuk tidak menyertakan aplikasi Google di perangkat mereka. Pemiliki smartphone pun dibebaskan untuk mengunduh aplikasi bawaan Google tersebut di Play Store jika mereka membutuhkannya.
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
http://ift.tt/eA8V8JBerita Lainnya Harian Bingo

0 comments:
Post a Comment