Untuk melihat lumba-lumba di laut lepas atau sekitar 2 Km dari hotel dan penginapan atau bibir pantai, para risers terlebih dahulu menumpang perahu kecil, Minggu (13/6/2015) pagi.
Para risers sangat menikmati perjalanan perahu nelayan yang 'disulap' menjadi moda transportasi wisatawan menuju ke laut, lokasi yang biasa dilintasi kawanan lumba-lumba.
"Lumba-lumba bisa dijumpai pada pagi hari mulai jam 07.00 sampai jam 09.00," kata Ketut, salah satu pengemudi perahu nelayan yang mengantarkan rombongan DRE.
"(Di Bali) hanya bisa dilihat di sini. Setiap hari ada," tambah Ketut.
Pagi itu, banyak wisatawan nusantara termasuk risers maupun mancanegara yang naik perahu, berada di laut.
Puluhan perahu yang membawa wisatawan menunggu kedatangan kawanan mamalia laut yang cerdas. Ketika kawanan lumba-lumba itu muncul, perahu yang membawa wisatawan langsung berusaha mendekat dan melihat lumba-lumba.
"Asyik ae. Dalam acara seperti touring kita bisa berwisata pantai," kata Rizky, risers tim 5, yang mengaku baru pertama kali melihat ikan lumba-lumba di laut.
Keanekaragaman wisata alam di Indonesia diakui menarik dikunjungi oleh wisatawan nusantara.
"Jadi nggak perlu wisata ke luar negeri. Di sini (Indonesia) banyak yang belum tereksplorasi,” tambah Natsir, risers lainnya.
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Berita Lainnya Harian Bingo

0 comments:
Post a Comment