Pada November 2015 lalu, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melakukan studi kelayakan kendaraan CNG dengan menyediakan 6 mobil sebagai pilot project. Empat mobil diserakan untuk armada taksi, satu mobil untuk Dirjen Migas, dan satu mobil untuk Gubernur DKI Jakarta.
Dijelaskan Wakil Presiden TMMIN, Warih Andang Tjahjono, butuh waktu enam hingga satu tahun untuk melihat hasil serta evaluasi dari studi kelayakan CNG tersebut.
"Sekarang masih under evaluasi, kita masih punya beberapa vehicle yang kita minta main user dari perusahaan taksi untuk mengevaluasi hal itu," ujar Warih menjawab pertanyaan detikOto, Jumat (15/1/2016) malam.
"Jadi kita akan evaluasi, butuh waktu enam bulan sampai satu tahun lah ya untuk mengevaluasi mobil yang kita produksi ini fit ga dengan market," lanjutnya.
Di Indonesia saat ini terdapat kurang dari 8 ribu kendaraan yang menggunakan bahan bakar gas. Infrastruktur terkait jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) diketahui menjadi salah satu kendala dalam konversi bahan bakar minyak ke bahan bakar gas tersebut. (nkn/lth)
This entry passed through the Full-Text RSS service - if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at http://ift.tt/jcXqJW.
Berita Lainnya Harian Bingo

0 comments:
Post a Comment