REPUBLIKA.CO.ID, WALES -- Prosedur pitstop yang dilakukan para mekanik tim Formula 1 Williams memungkinkan mengganti satu set ban dalam waktu dua detik. Prosedur tersebut kini digunakan guna membantu mempercepat resusitasi bayi-bayi yang baru lahir.
Williams mengatakan, Rumah Sakit Universitas Cardiff di Wales telah mengobservasi prosedur pitstop di mana kecepatan menjadi faktor yang teramat penting. Misalnya, tim medis memastikan peralatan yang ada dapat dicari dengan cepat tanpa penundaan, memetakan ruang di lantai, menggunakan lebih banyak kode tangan dibanding komunikasi verbal dan analisa video dalam "diskusi-diskusi" pasca-resusitasi.
"Terdapat peningkatan jumlah bukti untuk mendukung pendekatan sistematis untuk perawatan resusitasi, di man waktu sangatlah penting dan bergantung pada dinamisme optimal tim dan komunikasi yang jelas," kata pencatat spesialis rumah sakit Rachel Hayward dalam pernyataannya.
"Sejalan dengan kebutuhan-kebutuhan pitstop yang efektif, kami telah bekerja dengan tim Williams untuk mengimplementasikan teknik-teknik Formula 1 dan proses untuk memperbesar perawatan resusitasi neonatal."
Mantan tim juara Williams memiliki catatan waktu tercepat di pitstop dibanding tim-tim Formula 1 lainnya, pada empat balapan pertama musim 2016. Di Grand Prix China pada April, mereka mengganti keempat ban dari mobil pebalap asal Brazil Felipe Massa dalam waktu 2,10 detik.
Williams, seperti tim-tim Formula 1 lainnya mengembangkan teknologi dan teknik yang digunakan di formula 1 untuk hal lain. Misalnya, tahun lalu, dikembangkan teknologi aerodinamis pada pendingin udara. Melalui teknologi itu diproduksi udara dingin lebih banyak ketimbang teknologi konvensional.
Rivalnya McLaren telah mengaplikasikan manajemen data dan pengalaman simulasi balapan untuk membantu Bandara Heathrow London mengembangkan pergerakan-pergerakan di lapangan dan mengurangi waktu yang dihabiskan banyak pesawat terbang untuk bergerak memutar.
Rumah-rumah sakit juga menggunakan teknologi sistem data tanpa kabel mereka untuk memantau para pasien.
Berita Lainnya Harian Bingo

0 comments:
Post a Comment