Pengaturan Hukum Privasi Dibutuhkan untuk Hadapi WhatsApp

Posted By Sendal on Sunday, October 02, 2016 | Sunday, October 02, 2016

INDIA - Dua siswa asal India yang melayangkan surat permintaan pada Facebook Inc untuk menarik kembali kebijakan privasi WhatsApp kalah saat dimajukan ke persidangan. Lemahnya peraturan yang ada di Negeri Bollywood tersebut dinilai sebagai salah satu penyebabnya sehingga dibutuhkan hukum privasi yang mengatur hal tersebut.

Srividya Kannan, pendiri dan direktur di Avaali Solutions, mengatakan, kebijakan privasi dibutuhkan di India. Dia menilai, hukum kebijakan privasi sebagai sebuah prioritas atas tingginya jumlah pengguna internet di India.

BERITA REKOMENDASI


"Selain hukum untuk privasi dan keamanan data, apa yang diperlukan untuk dilakukan pada prioritas adalah untuk mendidik pengguna akhir implikasi dari penggunaan tersebut," kata Srividya Kannan seperti dikutip The National, Minggu (2/10/2016).

"Privasi data merupakan risiko intrinsik untuk penggunaan salah satu aplikasi media sosial. Data Pengguna termasuk mungkin nomor telepon bisa dikompromikan untuk pemasaran komersial, iklan. Untuk perusahaan, sementara media sosial adalah sarana besar layanan pelanggan, ini adalah pedang bermata dua dan harus dirancang untuk mencegah kebocoran informasi sensitif bisnis," tutur Kannan.

India merupakan pasar utama bagi Facebook dan WhatsApp, mengingat pesatnya pertumbuhan penggunaan smartphone dan internet. Jumlah pengguna internet di India diperkirakan telah mencapai 402 juta pada akhir tahun lalu, yang berarti bahwa India telah melewati Amerika Serikat dengan jumlah terbesar kedua pengguna internet di dunia. Hanya China depan, menurut Internet dan Mobile Association of India dan kelompok riset IMRB Internasional.

Let's block ads! (Why?)

http://ift.tt/2djroY7

Berita Lainnya Harian Bingo
Blog, Updated at: Sunday, October 02, 2016

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts