CALIFORNIA - Akhir bulan ini, masyarakat dihebohkan dengan temuan sampah antariksa yang jatuh di Sumenep, Jawa Timur. Benda misterius yang diduga sampah antariksa atau bagian roket tersebut diserahkan kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).
Penemuan objek antariksa yang diduga milik roket Falcon 9 menimbulkan tanda tanya besar. Kuat dugaan puing Falcon 9 yang ditemukan di Sumenep adalah tabung bahan bakar roket. Pasalnya, puing tersebut memiliki rupa yang sama dengan tabung bahan bakar.
BERITA REKOMENDASI
"Puingnya tampak seperti tabung bahan bakar (kerosen dan okesigen cair), tapi masih perlu dikonfirmasi lagi," ujar Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Rhorom Priyatikanto kepada Okezone.
Menurut astronom amatir Ma'rufin Sudibyo tabung bahan bakar tersebut berasal dari bagian upperstage (tingkat kedua) roket Falcon 9. Bagian inilah yang kemudian terbakar habis ketika mencoba menembus atmosfer Bumi.
"Tepat sama seperti yang dialami meteoroid-meteoroid dari langit sehingga hanya sebagian kecil saja yang masih tersisa dan mendarat di pulau Madura," ujarnya seperti dikutip dari blog resminya.
Sebagai informasi, tingkat kedua pada sebuah roket berfungsi untuk mengantarkan muatan ke orbit parkir yang berada di ketinggian 150-300 KM. Sedangkan roket tingkat pertama digunakan untuk mendorong muatan ke orbit tujuan.
Peneliti Pusat Sains Antariksa dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rhorom Priyatikanto mengatakan bahwa sampah antariksa ukuran besar akan jatuh ke bumi.
Menurut Rhorom, sampah antariksa tersebut merupakan stasiun antariksa milik China, yang diperkirakan akan jatuh pada tahun 2018. Namun dirinya tidak tahu pasti ukuran benda tersebut.
Namun demikian Rhorom menegaskan bahwa jatuhnya benda tersebut pasti akan diatur sedemikan rupa agar jatuh di lautan. Sehingga jatuhnya benda itu tidak membahayakan bagi penduduk di Bumi.
"Karena bendanya berukuran besar, pasti jatuhnya benda itu diatur agar jatuh tepat di lautan," imbuhnya.
Sementara selain benda tersebut, Rhorom memastikan bahwa masih ada belasan ribu sampah antariksa yang berseliweran di luar angkasa, dan pada waktunya akan jatuh ke permukaan bumi.
Peneliti lulusan Institut Teknologi Bandung ini menegaskan, bahwa peluang untuk jatuh ke daratan atau perkampungan warga kurang dari 40 persen, karena sebagian besar bumi adalah perairan.
http://ift.tt/2dhOyxnBerita Lainnya Harian Bingo

0 comments:
Post a Comment